Dari Test Food ke Repeat Order: Strategi Cerdas Baznas Cetak Lonjakan Transaksi UMKM Lewat Z-Ifthar dan Z-Corner
Portal Kawasan, JAKARTA – Ramadan adalah laboratorium pasar terbesar dalam setahun. Dan Baznas tampaknya memahami betul cara memanfaatkannya.
Lewat dua etalase utama yakni Z-Ifthar dan Z-Corner, Baznas bukan sekadar membuka lapak jualan, tetapi merancang strategi jangka panjang bagi UMKM binaannya. Tujuannya bukan hanya transaksi sesaat, melainkan efek domino ekonomi yang terus bergulir setelah Ramadan usai.
“Z-Ifthar itu bukan sekadar kemanfaatan hari ini, tetapi semoga efek dari penjualan di masa-masa datang,” ungkap Saidah Sakwan, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Kamis (26/2/2026).

Konsepnya sederhana namun tajam: showcase dan test case. Produk dipajang, dicicipi, dinilai langsung oleh konsumen. Dari sana, pasar berbicara. Jika rasa cocok, kemasan menarik, dan kualitas terjaga repeat order pun lahir.
Inilah titik krusialnya.
Repeat order berarti kesinambungan. Artinya, UMKM tak hanya bergantung pada momentum musiman, tetapi berpeluang menembus pasar event, pesanan skala besar, hingga transaksi daring.
“Tadi itu ada minuman-minuman botol. Itu ternyata bisa untuk event-event. Bisa dipesan dalam skala besar. Nah, dengan begitu kan ini ada opportunity ekonomi di masa yang akan datang,” jelas Saidah.

Strategi ini diperkuat dengan pendampingan serius. Packaging yang tampil profesional bukan kebetulan. Sertifikasi halal, hingga standar keamanan pangan telah dipastikan. “Kalau lihat packaging-nya bagus, itu atas dampingan kita. Mereka semua sudah halal, certified. Semua yang dijual sudah self-security food,” tegasnya.
UMKM juga didorong masuk ekosistem digital. Layanan online dipastikan berjalan, membuka peluang pesanan lintas daerah.
Berbeda dengan sekadar bazar biasa, Z-Ifthar dan Z-Corner adalah panggung branding.
Baznas bukan hanya menyediakan tempat, tetapi juga promosi dan mendatangkan konsumen. “Malah kita promosikan, kita brandingkan, kita mengundang konsumen,” kata Saidah.

Di balik hiruk-pikuk takjil dan aroma gorengan, tersimpan strategi ekonomi yang matang: mempertemukan produk siap saing dengan pasar yang lapar akan pilihan.
Ramadan ini, Baznas tidak hanya membagikan ruang. Ia membangun peluang. Dan bagi UMKM yang siap, peluang itu bisa menjadi lompatan besar menuju pasar yang lebih luas.
