AMD Luncurkan Prosesor Server EPYC 8005, Bidik Ledakan AI Edge dan Infrastruktur Telekomunikasi
Portal Kawasan, JAKARTA – AMD resmi meluncurkan lini prosesor server terbaru EPYC 8005 untuk pasar global, menyasar kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di edge computing yang terus berkembang pesat.
Produk anyar ini dirancang untuk mendukung infrastruktur telekomunikasi, layanan cloud, hingga pusat data yang membutuhkan performa tinggi dengan efisiensi daya dan ruang yang lebih baik.
AMD membekali seri EPYC 8005 dengan arsitektur Zen 5 terbaru yang diklaim mampu meningkatkan kinerja sekaligus menekan kebutuhan konsumsi daya.
Pada varian tertinggi, prosesor ini hadir dengan hingga 84 inti pemrosesan (core), sementara kebutuhan daya pada platform soket tunggal berada di kisaran 70–225 watt.
Peluncuran tersebut hadir di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap perangkat komputasi berperforma tinggi yang tetap ringkas dan hemat energi, terutama untuk penerapan AI langsung di sisi jaringan atau perangkat edge.
AMD mengklaim seri tertinggi EPYC 8635P mampu memberikan peningkatan performa integer hingga 40 persen dibanding generasi sebelumnya. Sementara efisiensi performa per watt meningkat sekitar 9,5 persen.

Perusahaan juga menyoroti daya saing produknya terhadap kompetitor di pasar server. AMD menyebut EPYC 8005 menawarkan jumlah inti pemrosesan hingga dua kali lebih banyak dibanding prosesor sekelas tertentu, dengan konsumsi daya thermal design power (TDP) yang diklaim lebih rendah.
Selain itu, prosesor baru ini mendukung instruksi x86 dan AVX-512 sehingga memungkinkan pengembang memindahkan beban kerja dari lingkungan cloud ke edge tanpa perlu mengubah kode aplikasi. Dukungan memori DDR5 dan konektivitas PCIe Gen 5 dengan hingga 96 jalur juga disertakan untuk menunjang kebutuhan transfer data berkecepatan tinggi.
Teknologi tersebut mulai diadopsi sejumlah perusahaan teknologi. Samsung diketahui telah menguji perangkat lunak virtual Radio Access Network (vRAN) multi-sel menggunakan platform terbaru AMD. Dalam pengujian tersebut, sistem mencatat kecepatan unduh hingga 9,5 Gb/s dan unggah mencapai 2,0 Gb/s pada jaringan 54 sel.
Pemanfaatan teknologi ini juga mulai merambah sektor ritel. WobotAI menggunakan platform tersebut untuk menjalankan agen video berbasis AI pada server lokal guna menganalisis tata letak toko tanpa memerlukan GPU tambahan.
Langkah AMD meluncurkan EPYC 8005 memperlihatkan persaingan industri prosesor server yang semakin mengarah pada kombinasi performa tinggi, efisiensi energi, dan kemampuan menjalankan beban kerja AI di berbagai skenario penggunaan. (ALN)
