PELNI Raih Indonesia Best CSR Awards 2026, Program TJSL Dinilai Sentuh Daerah Pelosok
Portal Kawasan, JAKARTA – PT PELNI (Persero) meraih penghargaan 8th Indonesia Best CSR Awards 2026 dalam ajang 8th CSR Summit 2026 yang diselenggarakan The Iconomics di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan atas implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok dan daerah kepulauan.
Penghargaan yang diterima Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, menjadi pengakuan terhadap model pelaksanaan TJSL yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial jangka pendek, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan ekonomi lokal.
Salah satu program yang menjadi perhatian ialah Desa Mandiri Cianjur, yang menghubungkan sektor pertanian lokal dengan kebutuhan operasional perusahaan. Melalui program tersebut, PELNI membina petani setempat untuk memasok kebutuhan sayuran segar bagi kapal-kapal penumpang milik perusahaan.
Skema tersebut dinilai memberi dampak ganda, yakni meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sekaligus memperkuat rantai pasok perusahaan secara berkelanjutan. Program itu juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Selain penguatan ekonomi masyarakat, PELNI juga menjalankan program sosial di wilayah operasional yang berada di kawasan Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan (3TP).
Salah satunya dilakukan melalui Kantor Cabang PELNI Serui, Kepulauan Yapen, Papua, yang secara berkelanjutan menyalurkan bantuan sarana ibadah serta fasilitas sosial kemasyarakatan dalam tiga tahun terakhir.
Ketua FORSIMEMA, Syamsul Bahri, menilai langkah PELNI menunjukkan perubahan pendekatan dalam pelaksanaan program CSR di lingkungan BUMN.
“Program TJSL saat ini tidak lagi sekadar kegiatan seremonial atau pembagian bantuan semata, tetapi mulai mengarah pada investasi sosial yang terintegrasi dengan bisnis perusahaan dan mendorong kemandirian masyarakat,” ujar Syamsul dalam keterangannya, Sabtu (23/5).
Melalui pendekatan tersebut, program TJSL dinilai mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat, mulai dari sektor pertanian hingga penguatan fasilitas sosial di kawasan kepulauan dan daerah terpencil. (ALN)
