Energi Bersih Indonesia Dinilai Jalan di Tempat, Batu Bara Masih Dominasi Listrik Nasional
Portal Kawasan, JAKARTA – Pengembangan energi bersih di Indonesia dinilai masih berjalan lambat meski transisi energi terus menjadi agenda global. Di sisi lain, batu bara masih mendominasi bauran energi nasional dan menjadi penopang utama pembangkit listrik.
Managing Director Energy Shift Institute Putra Adhiguna mengatakan pembangunan energi terbarukan Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Ia mencontohkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 200 megawatt dan membutuhkan waktu pembangunan selama tiga tahun.
“India membangun kapasitas serupa setiap minggu. China mungkin setiap tiga hari,” ujar Putra dalam diskusi publik “Navigasi Ketahanan Energi Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik” di Hotel 88 Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, di antara lima negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia justru tertinggal dalam pengembangan energi surya, bahkan berada di bawah Vietnam, Thailand, Filipina, dan Malaysia.
Padahal, Indonesia merupakan negara dengan wilayah dan potensi sumber daya energi yang besar.
Putra menjelaskan saat ini batu bara masih mendominasi sekitar 55 persen dari total kapasitas pembangkit listrik nasional yang mencapai 107 gigawatt (GW).
Namun, ia mengingatkan pembangunan pembangkit batu bara baru semakin menghadapi tantangan pendanaan seiring perubahan arah kebijakan global menuju energi yang lebih bersih.

Di saat yang sama, produksi minyak Indonesia disebut terus mengalami penurunan dalam 25 tahun terakhir, sedangkan gas juga mulai menunjukkan tren serupa.
“Di Indonesia, kalau ukurannya jumlah seminar, mungkin energi bersih sudah menang. Tapi bukan investasi,” katanya.
Para narasumber dalam diskusi tersebut menilai Indonesia menghadapi risiko terjebak dalam situasi yang sulit, ketika batu bara semakin mendapat tekanan global sementara energi terbarukan belum berkembang cukup cepat untuk menjadi penyangga utama ketahanan energi nasional. (ALN)
