Andra Soni Pimpin Perang Melawan Premanisme! IMO-Indonesia: Ini Aksi Heroik Demi Selamatkan Banten!
Portal Kawasan, JAKARTA – Langit Banten seolah bersih dari awan gelap premanisme ketika Gubernur Andra Soni tampil bak panglima perang, memimpin langsung Deklarasi Bersama Penolakan Premanisme yang menggema di seluruh penjuru provinsi.
Aksi heroik ini mendapat sambutan meriah dari Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, yang memuji ketegasan sang gubernur sebagai bentuk nyata keberpihakan pada rakyat dan kemajuan daerah.
“Ini bukan sekadar keberanian! Ini adalah nyala api komitmen seorang pemimpin sejati yang tak gentar menghadapi kekuatan gelap yang menghambat pembangunan,” tegas Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail di Jakarta, Jumat (23/5).
Yakub menegaskan bahwa premanisme telah menjelma menjadi hantu yang bergentayangan tak hanya di Banten, namun juga di berbagai penjuru negeri. “Kita semua bisa menyaksikan bagaimana para preman seolah kebal hukum, menciptakan ketakutan dan ketidakpastian,” ujarnya lantang.
Namun kini, lanjut Yakub, secercah cahaya muncul dari Banten. “Pak Andra Soni bukan hanya berbicara, beliau turun langsung ke medan laga! Ketegasan inilah yang kami rindukan. Inilah pemimpin yang pantas mendapat dukungan penuh demi terciptanya Indonesia yang damai, aman, dan sejahtera!”
Deklarasi ini bukan acara biasa. Bertempat di Aula Serbaguna Mako Polda Banten, Kamis (22/5/2025), forum ini menggetarkan hati seluruh peserta Focus Group Discussion bertema “Pemberantasan Premanisme” yang digelar oleh Polda Banten. Seluruh elemen Forkopimda, ormas, LSM hingga masyarakat sipil kompak menyatakan perang terhadap premanisme.
Tidak ada ruang! Tidak ada kompromi! Itulah semangat deklarasi yang digaungkan. Premanisme dalam bentuk apapun, terutama yang bersembunyi di balik bendera organisasi tertentu, akan diberantas hingga ke akar!
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan kesadaran kolektif warga Banten. “Kami bersatu. Dari tokoh agama, pengusaha, masyarakat hingga pemerintahan. Premanisme adalah musuh bersama,” tegasnya penuh semangat.
Ia juga menyoroti bahaya laten premanisme terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi. “Jika kita ingin Banten menjadi daerah investasi unggulan, jika kita ingin 12,4 juta warga Banten hidup sejahtera, maka premanisme harus musnah!”
Lebih jauh, Gubernur mengingatkan pentingnya pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% di tahun 2029. “Investasi nasional harus tembus Rp13 ribu triliun lebih! Dan Banten harus jadi bagian dari mesin pendorongnya!” ucapnya.
Deklarasi ini bukan akhir, tapi awal dari gelombang besar pemberantasan premanisme. Banten kini berdiri di garis depan, siap menunjukkan pada Indonesia bahwa ketika pemimpin dan rakyat bersatu, tak ada yang mustahil! (AGS/ALN)
