GEMA Keadilan DKI Jakarta Dilantik, Soroti Tantangan 4 Juta Pemuda Ibu Kota
Portal Kawasan, JAKARTA – Kepengurusan GEMA Keadilan DKI Jakarta periode 2026–2031 resmi dilantik di Ruang M.H. Thamrin, Balai Kota DKI Jakarta, Minggu lalu (31/5). Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi kepemudaan untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dan persoalan perkotaan di Jakarta.
Setidaknya pelantikan itu dihadiri sekitar 150 peserta, mulai dari pengurus dan kader GEMA Keadilan, tokoh pemuda, unsur pemerintah daerah hingga elemen masyarakat. Hadir pula Ketua DPW PKS DKI Jakarta Suhud Alynudin dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta Muhamad Matsani.

Menariknya, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, H. Ghozi Zulazmi, resmi dilantik sebagai Ketua Umum GEMA Keadilan DKI Jakarta periode 2026–2031.
Melalui sambutan perdananya, Ghozi menyoroti besarnya potensi sekaligus tantangan yang dihadapi generasi muda Jakarta. Berdasarkan data yang ia miliki, jumlah pemuda direntang usia 17 hingga 40 tahun di Jakarta berjumlah lebih dari 4 juta orang, mereka membutuhkan ruang untuk berkembang dan berkontribusi bagi kota.
“Hadirnya kita di sini hanyalah sebagian kecil dari anak-anak muda Jakarta. Ada lebih dari 4 juta pemuda berusia 17 sampai 40 tahun yang menjadi harapan masa depan kota ini. Mereka membutuhkan ruang bertumbuh, ruang berkarya, dan ruang kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman,” urai Ghozi, saat dikonfirmasi Portal Kawasan, Selasa (2/6).

Ia menilai kebutuhan generasi muda saat ini tidak hanya sebatas akses pendidikan dan pekerjaan, tetapi juga ruang partisipasi dalam proses pembangunan. Menurutnya, organisasi kepemudaan perlu bertransformasi menjadi wadah yang mampu mengakomodasi aspirasi, kreativitas, dan gagasan anak muda agar dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata.
Karena itu, Ghozi menegaskan GEMA Keadilan tidak hanya berperan sebagai organisasi kaderisasi, melainkan juga sebagai gerakan sosial yang mendorong lahirnya berbagai inisiatif positif di tengah masyarakat.
“Pemimpin yang ingin dicetak oleh GEMA Keadilan Jakarta adalah pemimpin yang bergerak. Setiap generasi tentu memiliki kegelisahannya sendiri. Karena itu, GEMA Keadilan Jakarta hadir sebagai gerakan inisiator kebaikan di Jakarta,” katanya.

Kepengurusan baru juga akan memprioritaskan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha hingga kelompok masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas ruang partisipasi anak muda dalam menyelesaikan persoalan perkotaan, seperti pemberdayaan masyarakat, pengembangan kapasitas generasi muda, hingga penguatan kepemimpinan.
“GEMA Keadilan Jakarta siap menjadi katalisator dan mobilisator anak muda Jakarta. Kami ingin menghadirkan gerakan yang mampu menghubungkan ide, energi, dan aksi nyata anak muda untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Jakarta dan Indonesia,” ucap Ghozi.

Pelantikan pengurus periode 2026–2031 ini sekaligus menandai dimulainya agenda penguatan kepemimpinan pemuda dan pemberdayaan masyarakat yang akan dijalankan organisasi tersebut dalam lima tahun ke depan.
Pengamat kepemudaan menilai keberadaan organisasi pemuda tetap memiliki peran strategis di tengah perkembangan teknologi dan urbanisasi yang semakin cepat.
Selain menjadi ruang pengembangan kapasitas, organisasi kepemudaan juga dapat menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan, kolaborasi, dan partisipasi sosial bagi generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan. (ALN)
