Z-Ifthar 2026 Naik Signifikan, Baznas Perluas Jangkauan dan Insentif untuk UMKM
Portal Kawasan, JAKARTA – Ramadan tahun ini bukan sekadar bulan ibadah. Ia menjelma menjadi panggung besar kebangkitan ekonomi rakyat. Di tengah denyut kebutuhan takjil, makanan berbuka, dan minuman segar yang melonjak tajam, Baznas resmi meluncurkan Z-Ifthar, forum konsolidasi UMKM yang langsung bergerak serentak di 30 kabupaten dan kota.
Sebuah langkah yang bukan hanya simbolik, tetapi nyata: membuka akses pasar selebar-lebarnya bagi pelaku usaha kecil agar tak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus konsumsi Ramadan.

“Z-Ifthar ini forum konsolidasi UMKM. Jadi kita perlu memberikan akses pasar. Produk-produk UMKM itu kita berikan akses pasar. Bentuknya adalah Z-Ifthar,” tegas Saidah Sakwan, Pimpinan Bidang Pendiatribusian dan Pendayagunaan Baznas, di sela-sela peluncuran Gerai Z-Ifthar Baznas di Slamet Riyadi II, Kebon Manggis, Matraman, Kamis (26/2/2026).
Momentum ini bukan dipilih secara kebetulan. Ramadan adalah puncak sirkulasi ekonomi musiman. Konsumsi melonjak, transaksi bergerak cepat, dan permintaan pasar memuncak. Baznas tak ingin UMKM tertinggal dalam pusaran itu.

Sebanyak 30 titik Z-Ifthar kini hidup bersamaan. Produk makanan dan minuman dari UMKM binaan Baznas dipamerkan, dicicipi, dan diuji langsung oleh konsumen. Bukan hanya jualan, tetapi juga uji rasa, uji kemasan, dan uji selera pasar.
“Alhamdulillah dari berbagai bicaraan tadi itu semua yang mereka sajikan habis. Artinya tiap hari,” ujarnya. Habis. Ludes. Itu menjadi sinyal bahwa produk UMKM tak kalah bersaing. Bahkan, justru menjadi incaran.

Tak berhenti di sana, Baznas juga memberi insentif penuh: tanpa biaya sewa tenant. Konter, meja, hingga fasilitas promosi disiapkan. Pelaku UMKM tak membayar sepeser pun. “Semua tenant itu bantuan dari kita. Mereka enggak ada yang membayar. Semua keuntungan itu mereka nikmati,” ucapnya.
Di saat banyak pelaku usaha kecil tercekik biaya operasional, kebijakan ini menjadi oksigen segar. Dalam 15 hari ke depan, Baznas berharap UMKM bisa memetik hasil maksimal dari derasnya sirkulasi ekonomi Ramadan.

“Ketika ada sirkulasi ekonomi Ramadan, jangan sampai UMKM ini tertinggal.”
Jika tahun-tahun sebelumnya hanya 15 hingga 20 titik, kini jumlahnya meningkat. Permintaan dari daerah membludak, kesiapan kabupaten dan kota semakin solid. Z-Ifthar bukan lagi percobaan kecil. Ia tumbuh menjadi gerakan.
Ramadan tahun ini bukan hanya tentang berbuka puasa. Ia tentang keberpihakan. Tentang memastikan ekonomi rakyat ikut berbuka dengan senyum. (ALN)
