132 Finalis Abnon Cilik 2026 Meriahkan Ancol, Cak Lontong Soroti Pasar Seni
Portal Kawasan, JAKARTA – Sebanyak 132 finalis Abang None (Abnon) Cilik 2026 memeriahkan malam final yang digelar di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, Minggu (28/6/2026). Ajang budaya yang digelar Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) bersama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk itu tak hanya menjadi panggung pencarian bakat generasi muda Betawi, tetapi juga momentum menghidupkan kembali kawasan Pasar Seni Ancol.
Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Lies Hartono atau Cak Lontong, menilai kegiatan seperti Abnon Cilik menjadi langkah penting untuk mengembalikan kejayaan Pasar Seni sebagai pusat aktivitas budaya di Jakarta.
“Dulu Pasar Seni ramai karena banyak yang datang. Sekarang tugas kita adalah membuat semakin banyak orang tahu dengan menghadirkan berbagai macam kegiatan yang bisa mengundang orang banyak. Kalau semakin banyak yang tahu, maka semakin banyak pula yang datang, dan Pasar Seni bisa kembali hidup seperti masa kejayaannya,” ujar Cak Lontong.

Ajang ini merupakan puncak seleksi dari 336 peserta yang sebelumnya mengikuti audisi di Plaza Kalibata. Para finalis yang lolos berasal dari berbagai wilayah Jakarta dan terbagi dalam tiga kategori usia, yakni 5–8 tahun, 9–12 tahun, dan 13–16 tahun.
Pada malam final, para peserta tampil menunjukkan bakat, keberanian, hingga pengetahuan tentang budaya Betawi di hadapan dewan juri dan ribuan pengunjung yang memadati kawasan Pasar Seni Ancol.
Ketua Panitia Abang None Cilik 2026, Zeezee Shahab, mengatakan keberhasilan acara tahun ini tak lepas dari kolaborasi banyak pihak, mulai dari LKB, Ancol, Plaza Kalibata, peserta, hingga para orang tua.

Ajang ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Plaza Kalibata, Forum Jurnalis Betawi (FJB), Jakarta Creative, hingga Bens Radio.
“Alhamdulillah, saya senang dan bangga acara ini bisa terselenggara dengan baik dan lancar berkat dukungan semua pihak. Insya Allah, Abang None Cilik bisa menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan,” kata Zeezee.
Ketua Umum LKB H. Beky Mardani menegaskan Abang None Cilik bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari pembinaan generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya Betawi.
Menurutnya, program ini akan terus dikembangkan sebagai agenda tahunan hasil kolaborasi dengan Ancol.

“Kami bersama Ancol akan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin setiap tahun. Tahun ini menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan ke depan sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai budaya Betawi,” ujar Beky.
Dalam penilaian, dewan juri menggunakan empat aspek utama, yakni penampilan dan tata busana, keberanian serta ekspresi di atas panggung, pengetahuan dasar budaya Betawi, dan kejelasan artikulasi.

Selain kompetisi, ajang ini juga menghadirkan cerita inspiratif. Salah satunya datang dari Mendhayu Alunan Surga (13), yang berhasil meraih Juara Harapan II Kategori C.
Ia didampingi sang ibu, Misi Utami, yang tetap setia mendampingi sejak audisi hingga malam final meski menggunakan kursi roda.

Misi mengaku bangga atas capaian putrinya yang tidak hanya menunjukkan kecintaan pada budaya Betawi, tetapi juga kemampuan berbahasa Inggris saat menjawab pertanyaan juri.
Ajang Abang None Cilik 2026 menjadi bagian dari rangkaian Jakalcer Fest dalam perayaan HUT ke-499 Jakarta dan HUT ke-50 Lembaga Kebudayaan Betawi. Selain menjadi ruang ekspresi generasi muda, acara ini diharapkan menjadi upaya nyata regenerasi pelestari budaya Betawi di tengah modernisasi kota. (ALN)
