15 Penulis Terpilih Ikuti Coaching Clinic Master MTN Lab DKJ: Dari Manuskrip ke Mahakarya
Portal Kawasan, JAKARTA – Dari ribuan naskah yang lahir dari tangan-tangan kreatif, hanya lima belas yang akhirnya terpilih untuk naik ke panggung pembinaan penulis terbaik. Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bersama Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Sastra resmi membuka Coaching Clinic Master MTN Lab, program pendampingan penulisan lanjutan bagi para finalis Sayembara Novel DKJ 2025.
Selama tiga hari, 6–8 November 2025, Ruang Berkarya Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki menjadi laboratorium kreatif tempat ide-ide segar disemai dan disempurnakan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Komite Sastra DKJ dan MTN dalam upaya memperkuat kualitas penulisan dan mempertemukan para talenta sastra dengan ekosistem penerbitan profesional.
“Coaching Clinic ini lahir dari kegelisahan kami terhadap banyak penulis yang belum terbiasa membuka diri terhadap proses penyuntingan,” ujar Dewi Kharisma Michellia, anggota Komite Sastra DKJ sekaligus pengelola Sayembara Novel DKJ 2025.
“Padahal, mereka sebenarnya mampu menghasilkan karya yang sangat baik jika mendapat pendampingan dalam proses penyuntingan. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menyerahkan naskah sebaik-baiknya adalah bentuk tanggung jawab profesional seorang penulis,” tambahnya.
Dewi menuturkan, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pembenahan teknis, tapi juga memberi bekal pemahaman tentang dinamika industri penerbitan agar karya para penulis bisa beradaptasi dengan permintaan pasar tanpa kehilangan nilai artistiknya.
Senada, Ketua Komite Sastra DKJ, Fadjriah Nurdiarsih, menegaskan pentingnya proses pembacaan ulang dan penyuntingan dalam perjalanan sebuah karya.
“Apapun bentuknya — puisi, novel, cerpen — karya itu harus melalui proses penyempurnaan. Ketika sampai ke tangan pembaca, ia harus hadir dalam bentuk terbaiknya,” ujarnya.

Dibimbing Para Master dan Tokoh Sastra
Hari pertama coaching clinic menjadi ajang intensif bertajuk Kelas Masukan Perbaikan Naskah, dipandu langsung oleh tiga dewan juri sayembara: Harry Isra M. (kritikus sastra), Oka Rusmini (sastrawan), dan Ramayda Akmal (akademisi/sastrawan).
Masing-masing mentor membimbing lima peserta dengan memberikan umpan balik mendalam terkait struktur cerita, karakterisasi, gaya tutur, hingga aspek substansi yang perlu diperkuat.
Dari total 1.000 pendaftar dan 792 naskah yang lolos seleksi administrasi, hanya 15 naskah terbaik, terdiri dari 3 pemenang utama, 5 naskah pilihan juri, dan 7 naskah potensial yang mendapat kesempatan mengikuti program ini.
Talenta Sastra dalam Peta Nasional dan Global
Perwakilan MTN Bidang Sastra, Aan Mansyur, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah Kementerian Kebudayaan RI.
“MTN Lab dirancang sebagai ruang pengembangan karya dan kapasitas talenta melalui residensi, lokakarya, hingga inkubasi. Lewat program ini, penulis tidak hanya diasah kemampuannya menulis, tapi juga memahami ekosistem industri perbukuan,” ungkapnya.
Koordinator MTN, David Irianto, menambahkan bahwa MTN Lab menjadi salah satu dari tiga level program pengembangan talenta sastra yang tengah digalakkan.
“Kami ingin mencetak penulis yang mampu berkompetisi secara internasional. Pembibitan ini sudah kami jalankan di lima kota, Padang, Singaraja, Lombok, Banjar Baru, dan Malang dan DKJ menjadi mitra penting dalam memperkuat ekosistem tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Annisa Rengganis, Staf Khusus Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Kementerian Kebudayaan RI, menekankan bahwa kolaborasi lintas lembaga seperti ini sangat penting untuk mengantar karya sastra Indonesia ke panggung dunia.
“Kami berharap usai Coaching Clinic Master Class, para penulis MTN Lab dapat memperoleh rekognisi internasional melalui karya-karya terbaiknya,” katanya.
Menuju Hari Karya yang Lebih Sempurna
Pada hari kedua, peserta mengikuti sesi penyuntingan mendalam bersama para editor profesional dari dunia penerbitan, sementara hari ketiga ditutup dengan pelatihan strategi promosi dan penerbitan agar karya mereka siap menembus pasar nasional maupun global.
Melalui program ini, DKJ dan MTN tidak hanya mencari juara sayembara, tetapi juga melahirkan penulis-penulis yang matang secara visi, piawai dalam penyuntingan, dan siap menembus batas ruang budaya. (ALN)
