Relawan Kebakaran Kebon Manggis Dibentuk, Perkuat Respons Dini dan Sinergi dengan Damkar
Portal Kawasan, JAKARTA – Upaya memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran di tingkat lingkungan terus digencarkan. Di Kelurahan Kebon Manggis, pembentukan relawan kebakaran atau Redkar resmi digulirkan, pada Rabu (6/5/2026).
Hal itu dinilai sebagai langkah kolaboratif antara masyarakat dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk menekan risiko kebakaran sejak dini.
Imam Buchori, selaku Satgas Damkar Jakarta Timur menjelaskan, pembentukan relawan kebakaran dilatarbelakangi meningkatnya kejadian kebakaran di wilayah Jakarta dan sekitarnya, serta keterbatasan jumlah personel Damkar yang belum sepenuhnya memenuhi standar operasional.
“Dengan adanya relawan kebakaran, kita bisa berkolaborasi dan berkoordinasi, baik sebelum terjadi maupun pasca musibah kebakaran. Harapannya, risiko kebakaran bisa diminimalisir,” ujar Imam, saat dikonfirmasi Portal Kawasan, Rabu (6/5).

Menurutnya, keberadaan relawan kebakaran sangat penting, terutama dalam penanganan awal sebelum api membesar. Ia menekankan bahwa kebakaran umumnya bermula dari api kecil yang jika ditangani cepat dapat dicegah menjadi lebih besar.
“Di situlah peran Redkar. Mereka bisa bertindak di awal, tentu sambil tetap menghubungi Damkar jika situasi tidak bisa dikendalikan,” katanya.
Secara umum, pembentukan Redkar bertujuan untuk mendayagunakan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran, sekaligus menciptakan sinergi antara warga dengan Damkar. Selain itu, relawan juga diharapkan mampu membantu saat kejadian hingga pascakebakaran.
Untuk proses perekrutan, Imam menyebut tidak ada mekanisme yang rumit. Rekrutmen dilakukan melalui kerja sama dengan pihak kelurahan serta RT/RW setempat, mengingat sifatnya sebagai organisasi sosial berbasis sukarela.
“Siapa saja boleh bergabung, selama WNI, berdomisili di wilayah setempat, minimal usia 19 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki jiwa sosial tinggi,” jelasnya.
Dalam tahap awal, relawan akan dibekali pelatihan dasar, baik menggunakan alat tradisional maupun peralatan modern seperti alat pemadam api ringan (APAR). Namun, pelatihan lanjutan masih menunggu dukungan anggaran.
Adapun tugas utama relawan meliputi upaya pencegahan, penyebarluasan informasi terkait kebakaran, pelaporan kejadian, hingga membantu proses pemadaman dan penyelamatan.

Relawan juga berperan memberikan informasi penting seperti sumber air dan kondisi lingkungan untuk memudahkan petugas Damkar.
Koordinasi antara relawan dan Damkar dilakukan melalui berbagai jalur komunikasi, termasuk telepon seluler maupun laporan langsung ke pos terdekat. Dalam kondisi darurat, masyarakat juga dapat menghubungi call center Damkar Jakarta Timur yang siaga 24 jam.
Meski demikian, Imam mengakui terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam hal koordinasi serta membangun komitmen relawan yang benar-benar bekerja secara sukarela.
“Ini relawan, jadi memang dibutuhkan jiwa sosial tinggi. Tidak mudah, tapi kami optimistis bisa berjalan,” ungkapnya.
Ke depan, pihaknya berharap keberadaan relawan kebakaran di Kebon Manggis mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dari risiko kebakaran dan bencana lainnya.
“Minimal jika terjadi kebakaran, bisa ditangani lebih cepat, tepat, dan berhasil,” tutup Imam.
Sebagai informasi, layanan Damkar tidak dipungut biaya dan tersedia selama 24 jam, baik untuk pemadaman kebakaran maupun kegiatan penyelamatan. (ALN)
