Sinergi BUMN Digeber, Pariwisata Terintegrasi Jadi Senjata Daya Saing Indonesia
Portal Kawasan JAKARTA – Badan Pengelola (BP) BUMN mendorong percepatan integrasi ekosistem pariwisata nasional sebagai strategi utama meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Langkah ini mengemuka dalam rapat yang dipimpin Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama Dewan Komisaris dan Direksi InJourney Group.
Rapat tersebut menegaskan peran BUMN sebagai penggerak utama dalam membangun sistem pariwisata yang saling terhubung, mulai dari transportasi, pengelolaan destinasi, hingga layanan hospitality. Integrasi dinilai menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih efisien, nyaman, dan kompetitif.

InJourney Group menjadi tulang punggung dalam skema ini dengan menghadirkan ekosistem terintegrasi lintas sektor. Lini usaha yang terlibat mencakup layanan kebandarudaraan oleh Angkasa Pura, pengelolaan destinasi oleh ITDC dan TWC, layanan perhotelan melalui Hotel Indonesia Group (HIN), serta dukungan aviasi dari IAS.
Dengan integrasi tersebut, alur perjalanan wisatawan dirancang lebih mulus dari hulu ke hilir mulai dari kedatangan di bandara, kunjungan ke destinasi unggulan, hingga akomodasi. Model ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat citra pariwisata Indonesia di mata dunia.
Dony menegaskan, sinergi antar-BUMN menjadi fondasi utama dalam menghadirkan layanan yang lebih berkualitas sekaligus berdampak pada ekonomi nasional.

“Integrasi ekosistem pariwisata melalui sinergi BUMN menjadi kunci untuk menghadirkan layanan yang lebih efisien, berkualitas, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
BP BUMN memastikan koordinasi antar perusahaan pelat merah terus dioptimalkan agar pengelolaan aset negara semakin produktif dan berdampak luas. Selain meningkatkan daya saing, penguatan ekosistem ini juga diarahkan untuk mendorong pariwisata berkelanjutan.
Ke depan, BUMN diharapkan tidak hanya menjadi operator, tetapi juga motor pertumbuhan sektor pariwisata nasional, termasuk membuka lapangan kerja baru serta menggerakkan ekonomi daerah di berbagai destinasi unggulan. (ALN)
