Ketua DPRD DKI Apresiasi Pameran Pelukis Betawi Sarnadi Adam, Dorong Penguatan Budaya Lokal
Portal Kawasan, JAKARTA — Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengapresiasi pameran tunggal pelukis Betawi Sarnadi Adam yang dinilai mampu mengangkat kembali identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi Jakarta sebagai kota global.
Pameran bertema “Dari Betawi untuk Jakarta Kota Global & Berbudaya” itu resmi dibuka Khoirudin pada Selasa (7/4) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Karya-karya yang ditampilkan merekam kehidupan, tradisi, hingga filosofi masyarakat Betawi.
“Jarang orang Betawi jadi pelukis. Biasanya masyarakat Betawi dikenal religius dan dekat dengan kegiatan keagamaan. Namun, Bang Sarnadi menghadirkan sesuatu yang berbeda, dan itu luar biasa,” kata Khoirudin saat membuka pameran.

Menurutnya, pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak boleh mengabaikan akar budaya lokal. Ia menegaskan, budaya Betawi harus tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter ibu kota.
“Jakarta yang kita bangun menjadi kota global tidak boleh meninggalkan budaya. Budaya Betawi harus menjadi penguat identitas,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Khoirudin menyatakan pihaknya akan mendorong percepatan regulasi pemajuan budaya Betawi melalui program legislasi daerah (kepemperda). Selain itu, DPRD DKI juga berencana memfasilitasi pameran lanjutan karya Sarnadi di Gedung DPRD saat peringatan HUT Jakarta tanpa biaya.

Sementara itu, Sarnadi Adam mengatakan lukisan-lukisannya terinspirasi dari kehidupan Betawi tempo dulu yang dinilainya penting untuk terus diabadikan di tengah perubahan zaman.
“Lukisan menjadi media untuk menuangkan berbagai sisi keindahan kehidupan masyarakat Betawi agar tidak dilupakan generasi mendatang,” ujarnya.
Dalam pameran tersebut, Sarnadi menampilkan beragam objek khas Betawi seperti delman, penari tradisional, hingga lanskap persawahan. Dominasi warna-warna cerah seperti merah, hijau, dan kuning menjadi ciri khas visual yang kuat dalam setiap karyanya.

Ia juga mengungkapkan rencana ke depan untuk menggelar pameran di Gedung DPRD DKI Jakarta serta membawa karyanya ke panggung internasional melalui pameran di Tokyo, Jepang, pada September 2026.
“Mohon doanya, insyaallah saya akan melaksanakan pameran di Tokyo,” katanya.
Pameran ini diharapkan menjadi jembatan antara warisan budaya Betawi dan visi Jakarta sebagai kota global, sekaligus mempertegas posisi budaya lokal sebagai ruh perkembangan ibu kota.
Sejumlah tokoh dan undangan turut hadir dalam pembukaan pameran, termasuk perwakilan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta serta tokoh masyarakat Betawi. (ALN)
