12 BUMN Jadi Pelopor Tempat Kerja Ramah Keluarga, Dorong Kesetaraan Gender di Dunia Kerja
Portal Kawasan, JAKARTA – Sebanyak 12 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi ditetapkan sebagai First Movers atau pelopor tempat kerja ramah keluarga di Indonesia. Inisiatif tersebut menjadi langkah baru untuk memperkuat partisipasi perempuan di dunia kerja melalui kebijakan yang mendukung pengasuhan, kesejahteraan pegawai, hingga fleksibilitas kerja.
Program ini hadir di tengah masih lebarnya kesenjangan partisipasi tenaga kerja antara perempuan dan laki-laki. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan pada 2024 baru mencapai 56,42 persen, sementara laki-laki berada di angka 84,66 persen.
Selain itu, data The Australia-Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) tahun 2018 menunjukkan sekitar 1,7 juta perempuan berusia 20–24 tahun berhenti bekerja setelah menikah atau memiliki anak.
Ke-12 BUMN lintas sektor tersebut sebelumnya telah menjalani pendampingan selama enam bulan melalui program Women Empowerment Principles Corporate Action Lab (WEPsCAL) yang diinisiasi UN Women dan didukung Pemerintah Australia. Program ini dirancang untuk mempercepat implementasi kebijakan kesetaraan gender dan budaya kerja yang lebih inklusif.
Senior Director Human Capital Talent Management and Culture PT Danantara Asset Management, Wiwik Wahyuni, mengatakan transformasi lingkungan kerja tidak cukup hanya diwujudkan dalam bentuk kebijakan, melainkan juga harus diterapkan dalam budaya organisasi sehari-hari.
“Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya kerja yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di lingkungan BUMN,” ujar Wiwik.
“Pembelajaran dari WEPs Corporate Action Lab menunjukkan transformasi workplace perlu diterjemahkan ke dalam sistem, kepemimpinan, dan praktik kerja sehari-hari agar dapat memberikan dampak nyata bagi organisasi,” tambahnya.
Sementara itu, UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN, Ulziisuren Jamsran, menilai langkah BUMN tersebut dapat memberikan dampak lebih luas dibandingkan sekadar kebijakan internal perusahaan.
“Ketika BUMN memimpin transformasi menuju tempat kerja ramah keluarga, dampaknya melampaui kebijakan internal perusahaan. Ini mengirimkan sinyal kuat bahwa kesetaraan gender adalah fondasi untuk peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja, serta keberlanjutan organisasi,” kata Ulziisuren.
Ketua Umum Interim Srikandi Danantara, A.A.A. Indira Pratyaksa, menyebut inisiatif tersebut menjadi bukti komitmen BUMN dalam membangun lingkungan kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan pegawai.
Empat solusi utama yang dikembangkan para First Movers mencakup penguatan cuti ayah dan peningkatan keterlibatan laki-laki dalam pengasuhan, penguatan kesehatan mental dan fleksibilitas kerja, pembangunan infrastruktur pengasuhan seperti daycare dan ruang laktasi, serta pengembangan kepemimpinan perempuan dan dukungan bagi caregiver. Program tersebut diperkirakan mampu menjangkau sedikitnya 15.000 pegawai BUMN.
Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan buku First Movers BUMN Dalam Mewujudkan Tempat Kerja Ramah Keluarga di Indonesia yang memuat pembelajaran dan praktik terbaik selama pelaksanaan program.
Selain itu, diluncurkan pula Danantara Respectful & Inclusive Workplace Playbook sebagai panduan bagi BUMN untuk membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif dan ramah keluarga.
Wakil Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Hadjar Seti Adji, menilai konsep tempat kerja ramah keluarga kini menjadi kebutuhan baru dalam dunia kerja modern.
“Ini bukan sekadar mendorong budaya, tetapi menjadi adaptasi baru dalam bekerja dengan sistem yang lebih manusiawi dan berdampak pada produktivitas tenaga kerja,” ujarnya. (ALN)
