Foke Usul Memorial Lecture Ali Sadikin Digelar Rutin Setiap Tahun
Portal Kawasan, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) mendorong pemerintah menetapkan mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, Bang Ali telah meletakkan fondasi pembangunan Jakarta, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan ibu kota.
Pernyataan itu disampaikan Foke saat menjadi pembicara dalam Memorial Lecture penutup rangkaian peringatan 100 Tahun Ali Sadikin yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis (16/7/2026).
Dalam peryataan resminya, Foke mengatakan, warisan terbesar Ali Sadikin adalah keberaniannya menempatkan kebudayaan sebagai hak publik yang harus dijamin negara. Prinsip tersebut, kata dia, membuat Jakarta mampu berkembang menjadi kota modern tanpa kehilangan identitas budayanya.
“Kebudayaan adalah barang publik. Tidak harus mendatangkan keuntungan, tetapi wajib ada,” ujar Foke.
Ia menjelaskan, pandangan tersebut diwujudkan melalui pembangunan Taman Ismail Marzuki sebagai pusat kesenian Jakarta. Kehadiran TIM menjadi jawaban atas kebutuhan ruang berkarya bagi para seniman setelah kawasan Senen tak lagi menjadi pusat aktivitas seni.
Menurut Foke, Ali Sadikin meyakini tugas pemerintah hanya menyediakan ruang dan ekosistem bagi seniman, tanpa mencampuri proses kreatif mereka.
“Pemerintah tidak boleh ikut campur. Biarkan seniman merdeka dalam mencipta,” kata Foke mengutip pesan Ali Sadikin.
Selain membangun ekosistem seni, Foke menilai Ali Sadikin memiliki perhatian besar terhadap pelestarian budaya Betawi. Salah satu langkah penting yang diambil adalah menggagas pendirian Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) sebagai wadah pembinaan, pelestarian, dan pengembangan budaya masyarakat asli Jakarta.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat budaya Betawi tetap hidup di tengah pesatnya perkembangan ibu kota.
Tak hanya dikenal sebagai tokoh kebudayaan, Ali Sadikin juga dinilai sebagai pemimpin visioner. Foke menyebut Bang Ali telah memperkenalkan penggunaan komputer di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 1969 dan menyusun master plan pembangunan Jakarta secara menyeluruh.
Dalam kesempatan itu, Foke juga mengusulkan agar Memorial Lecture Ali Sadikin dijadikan agenda tahunan sebagai bagian dari perjalanan Jakarta menuju usia lima abad.
Di sisi lain, Foke memberikan catatan terhadap pameran dokumentasi 100 Tahun Ali Sadikin yang digelar di TIM. Ia menilai dokumentasi yang ditampilkan belum sepenuhnya menggambarkan besarnya kontribusi Ali Sadikin dalam membangun Jakarta.
Ia berharap penyelenggaraan pameran serupa di masa mendatang dapat menghadirkan dokumentasi yang lebih lengkap, bahkan dengan menelusuri arsip hingga ke luar negeri apabila diperlukan.
“Saya menyampaikan ini untuk kebaikan kita ke depan,” ujarnya.
Foke mengungkapkan, saat ini tengah diupayakan pengusulan Ali Sadikin sebagai Pahlawan Nasional. Jika usulan tersebut disetujui pemerintah, akan digelar pameran dokumentasi berskala besar di Balai Kota Jakarta sebagai bentuk penghormatan atas jasa Ali Sadikin.
“Bagi saya, sampai hari ini tidak ada simbol yang lebih kuat menggambarkan visi kebudayaan Bang Ali selain Taman Ismail Marzuki,” pungkasnya. (ALN)
