Dari Tatar Sunda ke Panggung Dunia: Sumedang Melangkah Pasti
SUMEDANG – Sumedang meniup lilin ulang tahunnya yang ke-447, seolah menghidupkan kembali bara semangat para leluhur. Dalam upacara sakral itu, hadir Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, bak utusan dari negeri seberang yang membawa kabar suka cita dan untaian doa untuk tanah leluhurnya.
“Empat abad silam, tepatnya 22 April 1578, di hamparan Tatar Sunda, hanya berdiri satu kerajaan megah: Sumedang Larang,” seru Herman, dalam siaran pers di laman jabarprov.go.id.
“Kini, kerajaan itu menjelma menjadi Kabupaten Sumedang yang kita cintai, bagaikan pohon beringin yang terus mengakar dan menaungi kita semua.” Imbuhnya.
Sebagai anak kandung dari tanah Sumedang, Herman menaburkan harapan di atas tanah kelahirannya. Ia membayangkan Sumedang, di bawah kepemimpinan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, DPRD, dan Forkopimda, berlari kencang menyongsong masa depan, membawa lentera kesejahteraan untuk seluruh warganya.
“Dengan doa dan dukungan dari kami, Pemda Provinsi Jawa Barat, biarkan Sumedang berlayar lebih jauh lagi. Membelah samudra tantangan, menuju dermaga kebahagiaan,” tambahnya, suaranya seolah menjadi angin yang mengembus layar kapal Sumedang.
Tak hanya berhenti pada nostalgia, Herman mengajak seluruh masyarakat Sumedang menengok ke cermin masa lalu, memperbaiki rupa hari ini, dan menjahit mimpi untuk hari esok yang lebih gemilang.
“Nyoreang mangsa ka tukang, ngaji diri kiwari, pikeung mapag masa rek datang,” ujarnya dalam bahasa Sunda yang kental, ibarat mantra yang menguatkan akar dan ranting Sumedang. “Belajar dari masa lalu, memperkokoh hari ini, dan menjemput masa depan. Dari Sumedang untuk Indonesia. In Sun Medang, in sun madangan.”
Di atas panggung sejarah itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, turut mengumandangkan rasa syukur dan tekad membaja. Dengan mata berbinar, ia mengajak seluruh masyarakat untuk membangun Sumedang seperti petani yang sabar menanam benih di ladang harapan.
“Marilah kita bersama-sama, dengan tuntunan Pemdaprov Jabar, membajak lahan masa depan ini,” seru Bupati.
Peringatan Hari Jadi Sumedang ke-447 bukan sekadar menabur bunga di makam sejarah, melainkan juga meniupkan napas baru. Sebuah panggilan moral untuk terus menata kota, mengurus desa, dan mengukir Sumedang menjadi permata yang memperindah mahkota Jawa Barat Istimewa. (STI/ALN)
