Diplomat Senior Asal Aceh Teuku Faizasyah Perkuat Kerja Sama RI–Norwegia
Portal Kawasan, JAKARTA – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Norwegia merangkap Islandia, Teuku Faizasyah, terus mendorong penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Norwegia, terutama di bidang investasi hijau, transisi energi, serta kerja sama iklim.
Diplomat karier senior Kementerian Luar Negeri itu dilantik Presiden Joko Widodo pada 26 Juni 2023 dan sejak saat itu aktif memperluas kemitraan kedua negara di berbagai sektor strategis.
Selama bertugas di Oslo, Faizasyah memprioritaskan diplomasi ekonomi, khususnya mendorong keterlibatan investor Norwegia dalam agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat kerja sama di sektor energi terbarukan seperti tenaga air dan energi angin, bidang yang menjadi keunggulan Norwegia.
Selain itu, ia juga aktif melakukan pendekatan kepada investor Norwegia agar berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dirancang sebagai kota hijau dan berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya Indonesia mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Dalam bidang lingkungan, Faizasyah turut memastikan keberlanjutan kerja sama iklim antara Indonesia dan Norwegia, terutama terkait program penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.
Pada awal 2025, ia juga mengawal pembahasan potensi kerja sama baru dalam rehabilitasi mangrove yang menjadi salah satu agenda prioritas Indonesia dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Tak hanya fokus pada kerja sama ekonomi dan lingkungan, Faizasyah juga aktif mempromosikan diplomasi budaya untuk memperkuat citra Indonesia di kawasan Eropa Utara.
Pada Februari 2025, ia mempromosikan karya sineas Indonesia hingga berhasil tampil sebagai film penutup dalam sebuah festival film internasional di Rotterdam, Belanda, yang turut mendapat perhatian publik di Oslo.
Melalui berbagai platform digital dan wawancara media, Faizasyah juga kerap mengedukasi publik Indonesia mengenai keberhasilan Norwegia dalam mengelola dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund, yang dikenal sebagai Oil Fund, sebagai referensi bagi pengelolaan dana abadi di Indonesia.
Meski lahir di Bandung, diplomat berdarah Aceh itu memiliki kedekatan kuat dengan tanah leluhurnya. Ayahnya berasal dari Tringgadeng, Pidie Jaya, sementara ibunya dari Lhoknga, Aceh Besar.
Faizasyah bahkan masih fasih berbahasa Aceh yang dipelajarinya dari sang nenek, dan kerap menggunakan bahasa tersebut saat pulang ke Aceh atau bertemu tokoh-tokoh Aceh di perantauan. (ALN)
