IIMS 2025: Pesta Kemewahan Otomotif di Tengah Realita Jalan Berlubang dan Stimulus yang Macet
Portal Kawasan, JAKARTA – Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 kembali membuktikan kejayaannya sebagai ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia.
Selama 11 hari, perhelatan megah ini mencatatkan transaksi fantastis sebesar Rp8 triliun dan menarik 579.337 pengunjung yang ingin melihat langsung kemewahan teknologi otomotif terbaru.
Namun, di balik angka-angka spektakuler tersebut, ada ironi yang tak bisa diabaikan. Penjualan kendaraan meningkat pesat, sementara jalanan kota-kota besar masih dipenuhi lubang yang mengancam keselamatan pengendara.

Pemerintah gencar mendukung industri otomotif, tetapi kebijakan subsidi kendaraan listrik—yang seharusnya menjadi masa depan transportasi ramah lingkungan—malah tersendat.
Salah satu catatan menarik dari IIMS 2025 adalah turunnya penjualan motor listrik sebesar 21%. Para pelaku industri menyebutkan bahwa salah satu penyebabnya adalah minimnya stimulus kebijakan dari pemerintah.
Artinya, meskipun wacana tentang transisi ke energi hijau terus digembor-gemborkan, kenyataan di lapangan berkata lain.
Di sisi lain, para pengunjung IIMS 2025 disuguhi berbagai atraksi hiburan, mulai dari konser megah hingga program undian berhadiah mobil listrik.

Sebuah ironi ketika sebagian masyarakat berjuang dengan harga BBM yang fluktuatif, kemacetan yang semakin parah, serta infrastruktur yang belum merata, ajang otomotif justru semakin meriah dan eksklusif.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, optimistis bahwa capaian IIMS 2025 menjadi bukti dunia otomotif Indonesia kembali bergairah.
Namun, bagi masyarakat yang masih berjibaku dengan jalanan rusak dan kebijakan yang setengah hati, kegairahan ini mungkin terasa sebagai pesta yang belum tentu mereka bisa nikmati.
Sebagai ajang pembuka tahun bagi industri otomotif, IIMS terus menegaskan dominasinya. Namun, pertanyaannya tetap sama: apakah industri ini benar-benar bergerak ke arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan, atau hanya sekadar gemerlap yang dinikmati segelintir orang? (ARF/ALN)
