“RT dan RW Bukan Untuk Dilayani, Tapi Melayani” — Pesan Tegas Camat Matraman Saat Kukuhkan Ketua Lingkungan Baru
Portal Kawasan, JAKARTA – Suasana hangat terasa di aula Kelurahan Kebon Manggis siang ini, Jumat (25/7). Di antara deretan kursi dan wajah-wajah penuh harapan, sebuah pesan penting mengemuka: pelayanan masyarakat dimulai dari kesadaran dan komitmen, bukan sekadar jabatan.
Camat Matraman, Bambang Pangestu, hadir langsung memberikan pembekalan sekaligus mengukuhkan Ketua RW dan Ketua RT untuk masa bakti 2025–2030. Dalam sambutannya yang tenang namun penuh makna, Bambang menggarisbawahi bahwa acara ini lahir bukan dari birokrasi semata, tapi dari kesadaran kolektif.

“Ini kegiatan dari kita untuk kita. Bukan seremonial biasa, tapi bentuk tanggung jawab moral dan administratif yang harus dijalankan dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Bambang menyebut, meski Wali Kota Jakarta Timur berhalangan hadir karena agenda lain dan dikenal gemar bermain bulu tangkis malam hari di lapangan terbuka semangat partisipasi warga dan tokoh masyarakat tetap tak surut.
Acara pengukuhan itu juga menjadi ajang silaturahmi dan afirmasi komitmen para Ketua RW dan RT dalam membangun wilayahnya.

Dalam sambutannya, ia menyebut pidato Ketua LMK RW 04, Rudi, yang penuh semangat dan menggelora, sebagai contoh betapa pentingnya pemahaman akan aturan dan etika pelayanan publik.
“Saya salut, karena kegiatan ini murni muncul dari kesadaran akan pentingnya memahami aturan dalam menjalankan tugas melayani warga,” ucapnya.

“Kita harus tahu aturan, bukan hanya untuk tahu hak dan kewajiban, tapi agar kita tidak terjebak dalam kekuasaan tanpa arah.”
Bambang menegaskan bahwa peran Ketua RT dan RW bukan sekadar administratif, tapi juga jembatan sosial yang memediasi konflik, merawat harmoni, dan menyuarakan kepentingan warganya.
“Kita ini pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani. Kalau tidak bisa menjalankan aturan, setidaknya kita menjelaskan. Jangan malah diam atau menyepelekan,” katanya tegas.

Tak lupa ia berpesan agar semua pemangku wilayah bersikap sabar dan sabat (santun, bijak, dan tangguh) dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah, Bambang juga mengumumkan bahwa insentif operasional bagi RT dan RW akan dinaikkan secara bertahap sebesar 25 persen, sesuai dengan janji Gubernur. “Ini bentuk penghargaan agar tugas pelayanan tidak hanya dilakukan dengan ikhlas, tapi juga dengan fasilitas yang memadai,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, ia mengajak semua Ketua RT dan RW untuk benar-benar menyalakan semangat kolaborasi di tengah masyarakat. “Jabatan ini bukan tentang siapa yang memegang stempel, tapi tentang siapa yang mau turun tangan. Mudah-mudahan semua dimudahkan dan dilancarkan. Jalankan amanah ini dengan hati, bukan hanya formalitas,” pungkasnya.
Dengan semangat baru, para Ketua RT dan RW yang hadir tampak bertekad membawa pulang bukan hanya surat keputusan, tetapi juga semangat melayani tanpa pamrih. (AGS/ALN)
