RW04 Menari di Atas Angin, Mengangkat Mahkota Ondel ke Puncak
Portal Kawasan, JAKARTA – Di antara gemuruh langkah dan derap gendang Betawi, satu kelompok menari tak sekadar menjejak bumi mereka menari di atas angin, membelah awan, dan menyentuh langit. RW04, sang penari langit, akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama lomba tari ondel-ondel tingkat RW.
Dengan wajah bersolek semarak dan gerakan yang menggambarkan denyut nadi kota Jakarta lama, kelompok RW04 membius panggung seolah-olah ondel-ondel hidup kembali bukan sekadar boneka raksasa, melainkan roh budaya yang menari bersama mereka.

Tak hanya tubuh yang bergerak, namun juga semangat warga yang menyatu dalam tiap irama. Mereka bukan sekadar peserta, melainkan penjaga warisan yang menari dalam irama sejarah. Kostum warna-warni mereka seperti bunga-bunga bougenville yang mekar di tengah kemacetan kota, menyegarkan, menyenangkan, dan tak bisa diabaikan.
Ari Wijayanti, Ketua Tim Tari Ondel-ondel RW04 yang juga menjabat sebagai Ketua RT06/04, mengaku kemenangan ini bukan kejutan besar.

“Saya sudah optimis sejak awal. Kami memperhatikan betul aturan senam baku, sementara lawan kami cenderung lebih ke kreasi tapi mengabaikan teknis dasar,” ujarnya dengan sorot mata penuh keyakinan.
Kebanggaan itu pun tak terbendung saat hasil latihan berbulan-bulan terbayar dengan gelar juara. “Sudah pasti senang dan bangga. Ini bukti nyata bahwa latihan keras tidak pernah mengkhianati hasil,” lanjutnya.

Namun bagi RW04, tarian ini belum selesai. Langkah mereka kini bersiap menuju tingkat provinsi. “Kami akan memperbaiki power, teknik, keluwesan, penampilan, penjiwaan terhadap musik, dan tentu saja… senyum manis yang jadi kekuatan kami,” kata Ari sembari tersenyum.
Ia pun berharap dukungan penuh dari semua lini wilayah: kelurahan, RW, LMK, hingga para ketua RT.

‘Ini bukan hanya tentang kami, ini apresiasi bagi ibu-ibu, pemuda, dan pemudi yang mau meningkatkan potensi diri, dan membawa harum nama kampungnya sendiri,” pungkasnya.
Dengan nilai sempurna dari dewan juri dan tepuk tangan meriah dari penonton, RW04 membawa pulang piala seperti membawa pulang cahaya dari lilin tua Betawi, menjaga agar nyalanya terus menyala, tak padam diterpa zaman.
Hari ini, RW04 bukan hanya juara. Mereka adalah napas kota yang tak pernah lelah menari. (AGS/ALN)
