100 Sanggar Betawi Konsolidasi di Bukber LKB, Siap Sambut 500 Tahun Jakarta
Portal Kawasan, JAKARTA – Sebanyak 100 sanggar seni Betawi berkumpul dalam acara buka puasa bersama yang digelar Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) di Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini tak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi besar pelaku seni menyongsong 500 tahun Jakarta pada 2027.
Ratusan sanggar yang hadir berasal dari beragam bidang, mulai dari tari, teater, palang pintu, hingga perguruan silat. Kehadiran mereka memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan sekaligus upaya mempererat jejaring komunitas seni Betawi di tengah momentum Ramadan.
Sejumlah tokoh turut meramaikan acara tersebut, di antaranya budayawan Betawi Syamsudin Chaesy, mantan pejabat DKI Firmansyah A. Wahid, serta figur publik seperti Zeezee Shahab dan Linda Nirin. Hadir pula pelaku seni lintas bidang, mulai dari musisi, pengelola sanggar, hingga pelaku UMKM yang turut menghidupkan ekosistem budaya Betawi.

Ketua Umum LKB, Beky Mardani, menegaskan pentingnya peran budaya Betawi sebagai wajah utama Jakarta. Ia mengajak para pelaku seni untuk terus meningkatkan kreativitas dan profesionalitas dalam berkarya.
“Budaya Betawi harus menjadi etalase depan Jakarta. Ini sejalan dengan komitmen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menegaskan Betawi harus menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri,” ujarnya.
Beky mengakui, di tengah pesatnya perkembangan Jakarta sebagai kota global, pelaku seni dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang. Salah satu tantangan utama adalah perubahan tata ruang kota yang membuat kampung-kampung Betawi semakin terpinggirkan, yang berpotensi menggerus keberlangsungan tradisi.
Karena itu, LKB mendorong penguatan regulasi dan pembentukan ekosistem budaya yang solid. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan indeks pemajuan budaya, terutama dalam aspek ekspresi dan ekonomi budaya.

Di sisi lain, LKB juga menyambut positif rencana kebijakan muatan lokal Betawi di sekolah-sekolah. Menurut Beky, langkah ini strategis untuk menanamkan nilai budaya sejak dini sekaligus memperkuat identitas Jakarta. “Ini bagian dari upaya membetawikan Jakarta,” katanya.
LKB pun mengajak seluruh elemen masyarakat Betawi untuk berkolaborasi menyiapkan berbagai konsep kebudayaan sebagai bagian dari peringatan 500 tahun Jakarta. Beky menilai, penguatan budaya Betawi bisa menjadi warisan penting bagi kepemimpinan saat ini sekaligus mempertegas posisi Betawi di ibu kota.
Acara ditutup dengan salat berjamaah dan ramah tamah antar pelaku seni, memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi fondasi utama pelestarian budaya Betawi. (ALN)
