Foke Soroti Andilan Kebo, Pramono Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Betawi
Portal Kawasan, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo angkat bicara soal pentingnya tradisi Andilan Potong Kebo sebagai simbol gotong royong masyarakat Betawi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun langsung merespons dengan memperkuat komitmen pelestarian budaya lokal.
Fauzi Bowo yang juga Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi menegaskan, Andilan Kebo bukan sekadar tradisi, melainkan praktik sosial dan religius yang mencerminkan kepedulian antarsesama.
“Dalam setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain, baik yang meminta maupun tidak meminta,” ujar Foke saat menghadiri kegiatan di Puskeswan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Ia menjelaskan, tradisi ini lahir dari inisiatif masyarakat secara kolektif dengan sistem patungan untuk membeli kerbau, yang kemudian disembelih dan dagingnya dibagikan kepada peserta serta warga yang membutuhkan.
Menurutnya, nilai solidaritas dan semangat berbagi dalam Andilan Kebo menjadi kekuatan utama masyarakat Betawi yang harus terus dijaga.
Tradisi ini sebelumnya sempat vakum dan kembali dihidupkan pada 2025 di kawasan Agrowisata Pasar Minggu oleh tokoh Betawi KH Marullah Matali. Tahun ini, pelaksanaan Andilan Potong Kebo diketuai oleh M.I Ridwan Boim.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas Jakarta.
“Ini adalah tradisi budaya yang harus kita rawat terus-menerus,” kata Pramono.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak sembilan ekor kerbau disembelih menjelang Idulfitri. Pramono menekankan, pelestarian budaya Betawi semakin penting setelah ditetapkan sebagai budaya utama Jakarta melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.
Ia juga menyebut, Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan, seperti penyelenggaraan haul ulama Betawi pada Juni mendatang serta renovasi Museum MH Thamrin.

Selain itu, Pramono menyoroti pentingnya menjaga Jakarta sebagai kota inklusif melalui perayaan berbagai hari besar keagamaan di ruang publik, mulai dari Natal, Imlek, Nyepi, hingga Ramadan dan Idulfitri.
Baik Fauzi Bowo maupun Pramono sepakat, Andilan Kebo bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat Betawi di tengah arus modernisasi Jakarta. (ALN)
