Kebon Manggis: Hutan Kenangan di Masa Silam, Kini?
Portal Kawasan, JAKARTA – Di tengah riuhnya Matraman, ada sepetak tanah yang dulu berbisik dengan angin, merunduk di bawah bayang-bayang pohon manggis yang lebat.
Kebon Manggis, begitu orang-orang menamainya—sebuah kebun yang pernah menjadi surga kecil sebelum kota menggantinya dengan tembok dan aspal.
Dulu, tanah ini hijau, dipenuhi pohon-pohon yang berbuah manis seperti kenangan masa lalu. Anak-anak berlari di bawah rindangnya, sementara para petani menatap langit, berharap hujan datang untuk menyuburkan tanah mereka.
Tapi waktu tak pernah berhenti, dan Kebon Manggis tak bisa selamanya menjadi tempat yang sama.

Perlahan, pohon-pohon berguguran, digantikan oleh bangunan serta rumah yang berjajar. Bayangan hijau kini berubah menjadi siluet beton, dan aroma tanah basah berganti dengan asap kendaraan.
Namun, meskipun kebun itu tak lagi ada, namanya tetap hidup, mengakar di antara bangunan, mengingatkan bahwa sebelum jalanan ini dipenuhi hiruk-pikuk manusia, di sinilah dulu alam berbicara dalam bahasa angin dan daun.
Kebon Manggis mungkin telah berubah, tapi seperti akar yang tak terlihat, sejarahnya tetap tertanam di hati kota ini.
Ia berbisik lembut dalam setiap nama yang disebut, mengingatkan bahwa di balik kemajuan, ada masa lalu yang pernah hijau dan penuh kehidupan. (RZK/ALN)
