Orang Tua Dorong Generasi Muda Berani Berbisnis dan Kembangkan Kreativitas
Portal Kawasan, JAKARTA – Dukungan orang tua dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong generasi muda mengembangkan kreativitas, pendidikan, hingga keberanian membangun usaha sejak dini.
Hal itu disampaikan Mochtar Hamdan SE, selaku orang tua Haikal Wahyuni, yang turut memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan dan pengembangan potensi anak muda di lingkungan sekolah.
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya ditujukan kepada sang anak, Haikal, tetapi juga menjadi bagian dari komitmennya dalam mendorong kemajuan pendidikan dan kreativitas generasi muda.
“Saya mendukung pemuda-pemuda, terutama untuk SMA Negeri 26. Saya juga mendukung untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” ucap Mochtar, di hadapan awak media, Minggu (23/8).

Ia menilai anak muda perlu diberikan ruang untuk mengembangkan minat dan kreativitasnya. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan potensi sekaligus mewujudkan tujuan yang ingin dicapai.
Dalam konteks Haikal, ia melihat sang anak memiliki ketertarikan yang cukup kuat terhadap dunia bisnis. Bahkan, menurutnya, karakter tersebut memiliki kemiripan dengan dirinya, meski Haikal dinilai lebih menonjol dalam memahami pasar.
“Kalau Haikal, saya lihat memang jiwanya sama seperti saya, punya jiwa bisnis. Tapi mungkin dia lebih kuat di bisnis dan market,” katanya.
Karena itu, ia memilih memberikan dukungan kepada Haikal untuk mengembangkan minat bisnisnya selama aktivitas yang dilakukan berada di jalur positif.
Menurut dia, ketertarikan anak muda terhadap bisnis merupakan hal yang baik karena dapat menjadi sarana untuk membangun kemandirian sekaligus melatih kreativitas dan tanggung jawab.
“Kalau anak muda yang gemar melakukan bisnis itu sebenarnya bagus. Intinya positif. Selama bisnisnya positif, saya sendiri mendukung, terutama untuk anak saya,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah juga semakin memberikan ruang dan dukungan bagi pelajar serta generasi muda untuk mengembangkan karier, kreativitas, pendidikan, dan kemampuan kewirausahaan.
Menurutnya, semakin banyak anak muda yang mampu mengembangkan kemampuan dan menciptakan peluang secara mandiri, semakin besar pula kontribusinya terhadap perekonomian dan masa depan Indonesia.
“Harapan saya, pemerintah juga mendukung anak-anak sekolah supaya semakin banyak mengembangkan karier dan misinya, serta pendidikannya semakin maju. Supaya negara kita banyak orang pintar dan anak-anak muda bisa menciptakan pegangan sendiri,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan dan nilai agama sebagai fondasi bagi generasi muda dalam mengembangkan diri, termasuk ketika mulai memasuki dunia bisnis.
Dengan dukungan keluarga, lingkungan pendidikan, dan kebijakan yang mendorong kreativitas, generasi muda dinilai memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi sumber daya manusia yang produktif sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. (ALN)
