SMA 26 Sadur Les Miserants, Angkat Pesan Keadilan dan Kepedulian Sosial
Portal Kawasan, JAKARTA – Siswa kelas XII-2 SMA Negeri 26 Jakarta mengangkat drama Les Miserables karya Victor Hugo dalam pertunjukan seni atau pentas seni (pensi) sekolah. Naskah tersebut tidak dipentaskan secara utuh, melainkan disadur dan ditulis ulang dengan memasukkan kisah nasional serta unsur tradisional Indonesia.
Rayendra Wirabagya S, sutradara Les Miserants menjelaskan, pemilihan tajuk ini dilakukan dengan mengadaptasi cerita asli menjadi sebuah drama baru yang disesuaikan dengan konteks budaya Indonesia.
“Untuk kelas kami sendiri, XII-2 mengangkat drama dari Les Miserables dari Victor Hugo, yang pada akhirnya kami sadur ulang dan kami tulis ulang untuk menjadi sebuah drama baru yang kami kemas sesuai dengan kisah-kisah nasional dan juga tradisional di Indonesia,” paparnya, saat ditemui awak media, Minggu (23/8).
Dalam pementasan tersebut, cerita berfokus pada perjuangan tokoh Frederick dan Cornelius atau Johan dalam menegakkan keadilan. Kisah tersebut menggambarkan perjuangan seseorang yang harus menjalani hukuman penjara selama 19 tahun karena mencuri beras.
Konflik utama kemudian berkembang pada perjuangan tokoh tersebut untuk memperoleh kebebasan sekaligus memperjuangkan keadilan bagi dirinya.
Melalui pementasan itu, para siswa ingin menyampaikan pesan mengenai pentingnya keadilan dan peran sosial masyarakat.
“Buat teman-teman semua yang nanti bakal nonton Les Miserants, di sini kami menekankan bahwa keadilan dan juga peran sosial bagi masyarakat itu sangat penting,” katanya.
Selain pesan sosial, pementasan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi sekolah untuk mengapresiasi seni secara lebih luas, termasuk memahami nilai-nilai intrinsik yang terkandung di dalam sebuah karya seni.
Persiapan pementasan dilakukan cukup panjang. Para siswa mengaku telah mempersiapkan pertunjukan tersebut selama sekitar tujuh hingga delapan bulan, mulai Desember hingga Agustus.
“Untuk persiapannya sendiri kita sudah selama tujuh-delapan bulanan, kita mulai dari sekitaran bulan Desember sampai sekarang ke bulan Agustus,” ujarnya.
Dengan proses persiapan yang panjang, siswa kelas XII-2 berharap pementasan Les Miserants tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan pengalaman seni sekaligus pesan sosial kepada para penonton. (ALN)
