Haikal Wahyuni: Peran di Panggung Teater dan Pengalaman Mengelola Bisnis
Portal Kawasan, JAKARTA – Haikal Wahyuni, pemeran Prajurit Frederick dalam pementasan teater musikal Les Miserants, mengaku harus menghadapi rasa lelah dan gugup sebelum tampil. Meski begitu, kerja sama tim menjadi kunci utama agar pertunjukan berjalan dengan baik.
“Yang paling utama sangat capek, terus kerja sama tim yang paling kita pentingkan. Deg-degan juga kalau sebelum mulai,” kata Haikal Wahyuni seusai pementasan, Minggu (23/8).
Dalam pertunjukan tersebut, Haikal memerankan karakter Prajurit Frederick. Ia dipilih untuk memerankan tokoh tersebut karena dinilai memiliki gerakan yang sesuai dengan karakter pasukan.
Haikal berharap pementasan drama berikutnya dapat berlangsung lebih baik dan memberikan dampak positif bagi generasi muda.
“Saya ingin semoga drama selanjutnya lebih baik dari hari ini. Jadi menjadi inspirasi dan motivasi kepada anak-anak generasi selanjutnya,” katanya.

Selain aktif dalam kegiatan teater dan sekolah, Haikal juga menjalankan aktivitas di dunia usaha. Ia tercatat menjabat sebagai Komisaris Utama dan memiliki tanggung jawab memantau kinerja tim serta mengawasi jalannya perusahaan.
Sejumlah bidang usaha yang dikelola mencakup properti, perdagangan impor dan ekspor, serta sektor pertambangan. Adapun komoditas yang disebut meliputi batu bara, emas, nikel, minyak, pasir silikat dan berbagai bidang usaha lainnya.
Haikal mengatakan aktivitas bisnis tersebut tidak mengganggu kegiatan sekolah karena dirinya mengatur waktu antara belajar dan pekerjaan. Sistem kerja yang dijalankan juga memungkinkan pemantauan secara daring menggunakan perangkat digital.
“Alhamdulillah tidak. Kami bisa mengatur waktunya. Ada waktunya untuk belajar, ada waktunya untuk kerja,” tuturnya.
Sebagai pelajar jurusan IPS, Haikal menyebut pengalaman di dunia usaha memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan materi di sekolah.

Menurutnya, sekolah lebih banyak memberikan pemahaman teori, sedangkan dunia usaha menuntut pengalaman dan kemampuan menerapkan pengetahuan.
“Kalau sekolah dengan kerjaan nyata itu beda banget. Kalau di pelajaran lebih fokus ke teori, sedangkan kalau usaha atau kerjaan itu lebih ke pengalaman yang dicari,” ujarnya.
Untuk kedepannya, Haikal memilih untuk terlebih dahulu mengembangkan bisnis yang sudah dijalankan. Ia berharap usaha tersebut dapat berkembang sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Saya lebih fokus mengembangkan bisnis yang sebelumnya. Bagaimana bisnis ini bisa membuka lapangan kerja untuk rakyat yang membutuhkan,” tutup Haikal. (ALN)
