Ketika ‘Kaum Hawa’ Berperan Serta di Kancah Politik Indonesia, Apa Dampaknya?
Portal Kawasan, TANGERANG SELATAN – Peranan seorang wanita (perempuan) di dalam dunia politik masih menjadi perbincangan hangat, terlebih lagi saat memasuki musim Pilkada Serentak 2024.
Menurut Ancilla Yanny Irmella, peran serta perempuan itu belum maksimal. Namun, patut disadari bahwa saat ini di Indonesia memang sudah banyak keberhasilan yang ditunjukkan kaum perempuan, dimana Keterwakilan dan peran perempuan Indonesia diakomodir dalam politik dengan UUD 1945 yang menjamin kesetaraan gender.
Artinya, partisipasi politik perempuan Indonesia kedepannya akan semakin besar peluangnya untuk terus berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan kebijakan sejak era reformasi.
“Ini dapat kita lihat representasinya, dimana perempuan Indonesia telah menjadi anggota legislatif dan eksekutif, dalam ikut serta memainkan peran penting dalam proses politik,” ucapnya.
Masih Adakah Sistim Budaya Patriarki?
Sistem budaya patriarki, menurutnya masih ada di Indonesia meskipun telah mengalami perubahan dan evolusi seiring waktu. Budaya patriarki mengacu pada sistem sosial dimana kekuasaan dan otoritas dominan dipegang oleh laki-laki, sementara perempuan cenderung berada di posisi yang lebih rendah secara sosial, ekonomi, dan politik.
Meski demikian, terdapat upaya dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat sipil, untuk mengubah norma-norma dan struktur sosial yang menguatkan budaya patriarki. Ini termasuk upaya untuk memperkuat kesetaraan gender dalam hukum, kebijakan publik, pendidikan, dan kesadaran masyarakat secara umum.
“Artinya, ada upaya meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik ke depan yang semakin meningkat dimana sudah banyak perempuan yang menduduki jabatan strategis baik di pemerintahan, birokrasi, politik dan juga di sektor lainnya. Namun tingkat persentasinya belum maksimal dan masih perlu ditingkatkan agar lebih merata dan inklusif ke depan.” katanya.
Selain itu, kata Ancilla, diharapkan sistem budaya patriarki harus bisa dihilangkan agar perempuan dapat berpartisipasi secara lebih merata dan inklusif dalam politik maupun di sektor lainnya.
Keterwakilan Perempuan Indonesia dalam Pemerintahan Saat Ini?
Keterwakilan perempuan dalam pemerintahan Indonesia saat ini telah mengalami peningkatan signifikan, meskipun masih perlu langkah-langkah lebih lanjut untuk mencapai kesetaraan gender yang lebih baik di bidang politik dan pemerintahan.
“Sudah bagus, kita bisa lihat keterwakilan perempuan di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), Kabinet Pemerintahan dan bidang lainnya, keterwakilan perempuan cukup signifikan dengan beberapa posisi kunci yang dijabat oleh perempuan,” urai dia.
Perlu dicatat, meskipun terdapat peningkatan, keterwakilan perempuan di tingkat kebijakan publik masih belum mencapai proporsi yang seimbang dengan jumlah perempuan di populasi secara keseluruhan.
“Untuk itu, kedepannya langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong keterwakilan perempuan di pemerintahan masih diperlukan untuk mencapai tujuan kesetaraan gender yang lebih besar,” tuntasnya. (AGS/ALN)
