Gubernur Pramono Resmikan Rute Transjabodetabek Blok M–Bogor dan Perpanjangan Koridor 13
Portal Kawasan, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi meluncurkan layanan baru Transjabodetabek rute Blok M–Kota Bogor dan memperpanjang Koridor 13 Transjakarta dalam seremoni di Terminal VI Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (5/6).
Peresmian ini menandai langkah konkret Pemprov DKI dalam memperluas jaringan transportasi publik lintas wilayah Jabodetabek.
Trayek P11 Blok M–Kota Bogor kini menjadi penghubung vital antara pusat ibu kota dengan kawasan hunian dan bisnis di Kota serta Kabupaten Bogor. Gubernur Pramono menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan daerah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor dalam membangun transportasi publik yang terintegrasi.

“Rute ini disambut antusias oleh masyarakat. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar konektivitas transportasi publik semakin kuat, sehingga warga suburban maupun Jakarta bisa bepergian lebih mudah tanpa bergantung pada kendaraan pribadi,” ujar Pramono, yang hadir bersama Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani dan Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim.
Sebanyak 16 unit bus Transjabodetabek disiapkan untuk melayani rute baru ini. Waktu tempuh diperkirakan 90 hingga 110 menit tergantung jam operasional, dengan jarak antarkedatangan bus (headway) setiap 15 menit.
Rute sejauh 113,3 kilometer ini memiliki 20 titik pemberhentian, 9 di wilayah Jakarta dan 11 di luar Jakarta. Layanan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan tarif Rp2.000 pada pukul 05.00–07.00 WIB dan Rp3.500 pada jam berikutnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Pramono juga meresmikan perpanjangan Koridor 13 Transjakarta hingga Halte CBD Ciledug. Rute ini kembali dibuka setelah sempat ditutup karena revitalisasi Jembatan Sasak Rembaga di Jalan HOS Tjokroaminoto, Kota Tangerang.
“Koridor 13 merupakan koridor BRT pertama dan satu-satunya milik Transjakarta yang memiliki jalur layang khusus sepanjang 29,5 kilometer. Ini sangat membantu mobilitas warga Tangerang,” jelas Pramono.
Jalur layang Koridor 13 membentang setinggi 18–23 meter dari permukaan jalan, sepanjang 9,3 kilometer dengan lebar delapan meter. Karena bebas dari kendaraan lain, jalur ini menawarkan kecepatan dan ketepatan waktu yang lebih tinggi.
Menurut Gubernur, pengembangan Transjabodetabek membutuhkan sinergi lintas sektor dan daerah. Ia menegaskan komitmen Pemprov DKI dalam memperluas layanan transportasi yang terintegrasi, terjangkau, dan berkelanjutan.
“Kami akan terus mendorong perluasan layanan Transjakarta, MRT, dan LRT yang inklusif serta mampu melayani lintas wilayah dengan kualitas terbaik,” tegasnya.

Saat ini, Transjakarta telah mengoperasikan 14 rute Transjabodetabek yang melayani wilayah Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangerang Selatan, yaitu:
Bekasi: B11 (Cawang–Summarecon), B21 (Cawang–Bekasi Timur), B41 (Cawang–Vida Bekasi)
Depok: D11 (Cawang–Sentral via Cibubur), D21 (Lebak Bulus–UI), D41 (Lebak Bulus–Sawangan)
Tangerang Selatan: S11 (Jelambar–BSD), S21 (CSW–Ciputat), S22 (Kampung Rambutan–Ciputat)
Tangerang: T11 (Petamburan–Poris Plawad), T12 (Juanda–Poris Plawad), SH1 (Kalideres–Perkantoran Soekarno-Hatta), S61 (Blok M–Alam Sutera), T31 (Blok M–PIK 2, Kabupaten Tangerang)
Dengan penambahan rute dan perpanjangan koridor ini, Jakarta dan kota-kota sekitarnya semakin terhubung dalam sistem transportasi massal yang efisien dan modern. (RXC/ALN)
