Satu Malam, Satu Komando: Matraman Bersatu Hadang Ancaman
Portal Kawasan, JAKARTA — Malam mulai menua ketika Halaman Kantor Kelurahan Kayu Manis memanggil para penjaganya. Sabtu, 31 Mei 2025, pukul 23.00 WIB, ia menjadi saksi bisu berkumpulnya para pejuang malam dari berbagai unsur tiga pilar.
Dari balik gelapnya malam, Polsek Matraman memimpin sebuah misi: mengamankan wilayah dari ancaman curat, curas, curanmor, balapan liar, hingga tawuran warga.
Dengan gagah, Kapolsek Matraman AKP Suripno,.HM memimpin apel Cipta Kondisi (Cipkon) yang dipenuhi semangat persatuan. Di sampingnya, berdiri tegak Kanit Binmas AKP Hilman S, Kanit Samapta IPTU Mulyadi, Kapospol Kanit Provos IPTU H Bagus T, Lurah Kayu Manis Bapak Heru, Sekretaris Kelurahan Indra, Kasipem Ibu Sari Angraini, dan Dewan Kota Bapak Heri Susanto. Mereka bukan sekadar nama, malam itu, mereka adalah nyawa dari semangat menjaga ketertiban Matraman.

Sebanyak 85 personel bersatu dalam apel malam itu:
Koramil Matraman: 2 personel, Polsek Matraman: 15 personel, Satpol PP: 8 personel, FKDM: 15 personel, Siskommas: 10 personel, Pokdar: 8 personel, Mitra Babinsa: 5 personel, Karang Taruna: 2 personel, RT/RW: 10 personel, LMK Kel. Kayu Manis: 10 personel
Dalam kesunyian malam, suara Kapolsek AKP Suripno menggema, menjadi kompas bagi mereka yang berdiri di barisan apel.
“Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan sekalian. Malam ini kita bersama melaksanakan apel Cipta Kondisi (Cipkon) dalam antisipasi gangguan Kamtibmas di wilayah kita,” ucapnya penuh semangat.

Ia menekankan pentingnya solidaritas. “Yang pertama, mari kita jaga kekompakan kita untuk menjaga kamtibmas wilayah kita ini,” tegasnya.
Dengan tegas, ia mengingatkan pentingnya koordinasi. “Yang kedua, nanti kita sesuaikan dengan ploting yang telah kita tentukan agar tidak terjadi tawuran di wilayah kita. Apabila ada kesempatan pertama, silakan menghubungi pihak kepolisian.”

Tak lupa, ia menutup dengan apresiasi hangat.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan di wilayah Matraman ini. Dengan kita bersatu menjaga wilayah kita ini, maka wilayah kita…”
Kata-kata itu terhenti, tapi maknanya mengalir dalam setiap langkah mereka malam itu. Matraman tidak tidur. Ia berjaga, bersama orang-orang yang mencintainya. (RXC/ALN)
