Wamen Ekraf Tinjau CKG di Festival Imlek Nasional, Dorong Deteksi Dini untuk Produktivitas Masyarakat
Portal Kawasan, JAKARTA — Ruang cek kesehatan gratis (CKG) di tengah kemeriahan Festival Imlek Nasional 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, tak luput dari perhatian Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar.
Di sela-sela perayaan tahun baru lunar yang berlangsung 22 Februari hingga 1 Maret 2026 itu, Irene meninjau langsung layanan kesehatan gratis yang disediakan bagi para pengunjung.

Program CKG tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Di lokasi festival, warga bisa melakukan berbagai pemeriksaan, mulai dari cek tekanan darah dan gula darah, hepatitis, gigi, tuberkulosis hingga kanker payudara.
“Cek kesehatan ini perlu dilakukan oleh semua orang, termasuk yang merasa sehat. Deteksi dini itu penting agar kita bisa tetap produktif dan menjaga keluarga yang bergantung pada kita,” ujar Irene.

Ia menekankan, penyediaan layanan kesehatan dalam gelaran event nasional merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan program prioritas pemerintah. Melalui pendekatan ini, pemerintah menargetkan 136 juta masyarakat dapat menikmati program cek kesehatan gratis sepanjang 2026.
Tak hanya fokus pada layanan medis, ruang CKG di festival tersebut juga dikemas lebih menarik secara visual. Panitia Festival Imlek Nasional 2026 bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Ekraf menggandeng intellectual property (IP) lokal halomiyu untuk menciptakan suasana yang lebih ramah dan dekat dengan pengunjung.

Menurut Irene, kolaborasi dengan IP lokal menjadi strategi efektif untuk memperluas edukasi kesehatan. “Kreativitas bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan kesehatan. Dengan menggandeng IP lokal seperti halomiyu, pesan tersebut dikemas lebih ramah dan mudah diterima masyarakat,” jelasnya.
Festival Imlek Nasional 2026 sendiri dikemas sebagai ruang perayaan keberagaman Indonesia melalui seni, tradisi, dan kuliner. Imlek dihadirkan bukan sekadar perayaan masyarakat Tionghoa, melainkan ruang temu seluruh warga bangsa dalam semangat harmoni dan persatuan.

Selain layanan cek kesehatan gratis, pengunjung juga dapat menikmati festival pasar kuliner, pertunjukan seni dan kreatif, parade Imlek, hingga Museum Terbuka bertema akulturasi budaya Tionghoa.
Di tengah gemerlap perayaan, pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan pun digaungkan: bahwa merayakan kebersamaan akan lebih bermakna jika tubuh tetap terjaga dan produktivitas terus terpelihara. (STI)
