Komisi V DPR Apresiasi Kesiapan AirNav, Yakin Keselamatan Penerbangan Tetap Terjaga
Portal Kawasan, TANGERANG – Komisi V DPR RI mengapresiasi kesiapan operasional sistem navigasi penerbangan nasional yang dikelola AirNav Indonesia usai melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Pusat AirNav Indonesia di Tangerang, Banten, Jumat (22/5/2026).
Apresiasi tersebut diberikan setelah dewan menilai upaya modernisasi sistem dan mitigasi gangguan navigasi telah dipersiapkan secara matang.
Kunjungan yang dipimpin Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi V DPR RI Ridwan Bae itu dilakukan untuk meninjau langsung perkembangan modernisasi dan ketahanan sistem navigasi penerbangan nasional.
Selain itu, dewan juga memastikan kesiapan AirNav dalam mengantisipasi potensi gangguan Global Navigation Satellite System Radio Frequency Interference (GNSS RFI) yang kini menjadi perhatian dunia penerbangan internasional.
Rombongan Komisi V DPR RI didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa, jajaran Direksi AirNav Indonesia, serta perwakilan PT Angkasa Pura Indonesia.
Dalam pemaparannya di Auditorium Kantor Pusat AirNav Indonesia, Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno menjelaskan berbagai penguatan yang telah dilakukan perusahaan untuk menjaga keselamatan dan keandalan layanan navigasi penerbangan nasional.
Menurutnya, AirNav bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus mempercepat modernisasi melalui implementasi Air Traffic Management Automation System (ATMAS), penguatan sistem cadangan navigasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia operasional.
Selain itu, AirNav juga memperkuat sistem pengendalian melalui Indonesia Network Management Center (INMC) dan pengembangan New Jakarta Air Traffic Services Center (New JATSC).
Ketua Tim Komisi V DPR RI Ridwan Bae menegaskan pihaknya mendukung berbagai langkah penguatan dan pengembangan sistem navigasi penerbangan nasional demi meningkatkan keselamatan penerbangan.
Senada dengan itu, Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty yang sebelumnya menyoroti persoalan gangguan sinyal GPS pesawat atau GNSS RFI, mengaku optimistis setelah melihat langsung kesiapan operasional AirNav Indonesia.
“Kami menjadi lebih yakin bahwa pelayanan navigasi penerbangan nasional telah dipersiapkan dengan baik. Ini memberikan keyakinan bahwa keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” ujar Saadiah.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyebut modernisasi sistem navigasi melalui New JATSC menjadi langkah strategis untuk menjawab pertumbuhan lalu lintas udara nasional yang terus meningkat.
“Modernisasi sistem navigasi penerbangan melalui implementasi New JATSC menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan navigasi penerbangan nasional agar semakin adaptif terhadap pertumbuhan trafik udara dan kompleksitas ruang udara Indonesia,” kata Lukman.
Ia menambahkan, seluruh tahapan implementasi dilakukan secara bertahap dengan mitigasi risiko dan contingency plan yang komprehensif guna memastikan pelayanan lalu lintas udara tetap berjalan aman dan andal. (ALN)
