Khutbah Iduladha di Masjid Nurul Islam Soroti Pendidikan Anak dan Keteguhan Iman
Portal Kawasan, JAKARTA – Pendidikan anak tidak cukup hanya berfokus pada pencapaian akademik dan kesuksesan dunia, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan keimanan dan karakter.
Pesan tersebut mengemuka dalam khutbah di Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang disampaikan Ustaz Ahmad Fadhilah di Masjid Nurul Islam, di Jl. Slamet Riyadi IV, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (27/5/2026).

Dalam khutbahnya, Ustadz Ahmad menilai banyak orang tua saat ini berupaya keras memberikan pendidikan terbaik bagi anak, namun perhatian terhadap pendidikan agama dan pembentukan akhlak terkadang belum menjadi prioritas yang sama.
“Banyak orang tua bekerja keras agar anak memperoleh pendidikan tinggi, tetapi terkadang lupa menanamkan rasa takut kepada Allah,” kata Ustadz Ahmad di hadapan jamaah.

Ia mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjadi inti pembelajaran Iduladha.
Menurutnya, keteguhan Nabi Ismail dalam menerima perintah Allah tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari pendidikan dan keteladanan yang dibangun dalam keluarga.

Dari kisah tersebut, ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.
Menurut Ustaz Ahmad, keberhasilan anak tidak semata-mata diukur dari jabatan, kekayaan, atau kemapanan hidup.
Kesuksesan yang lebih besar, kata dia, adalah ketika anak tumbuh menjadi pribadi yang taat beribadah, menjaga akhlak, dan terus mendoakan kedua orang tuanya.
Selain menyoroti pendidikan keluarga, ia juga mengingatkan jamaah agar menjadikan Iduladha sebagai momen evaluasi diri.

Menurutnya, manusia sering kali lebih takut kehilangan harta dan urusan dunia dibandingkan kehilangan kedekatan dengan Allah SWT.
“Iduladha bukan hanya tentang takbir dan kurban, tetapi juga tentang menata kembali apa yang paling besar dalam hidup kita,” ujarnya.
Di akhir khutbah, Ustaz Ahmad mengajak umat Islam memperkuat ibadah dan menjadikan nilai pengorbanan Nabi Ibrahim sebagai pelajaran untuk menempatkan keimanan di atas kepentingan duniawi. (ALN)
