Sampah Liar Picu Risiko Kecelakaan, Dewan Kota Jaktim Minta Penerangan dan CCTV Ditambah
Portal Kawasan, JAKARTA – Persoalan sampah liar di kawasan perbatasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Minimnya penerangan di lokasi turut menjadi perhatian Dewan Kota Jakarta Timur, Heri Susanto.
Heri menilai penanganan sampah liar perlu dilakukan secara bersama-sama melalui pengawasan, sosialisasi kepada masyarakat, serta dukungan fasilitas dari pemerintah.
Saat meninjau lokasi, ia melihat kawasan tersebut masih minim penerangan. Kondisi itu dinilai perlu segera mendapat perhatian, terutama untuk meningkatkan visibilitas pengguna jalan sekaligus mendukung pengawasan terhadap aktivitas pembuangan sampah sembarangan.
Heri menuturkan, dirinya mendapat informasi adanya pengguna jalan yang terjatuh setelah melindas tumpukan atau sisa sampah di lokasi tersebut. Kejadian itu menjadi pengingat bahwa persoalan sampah liar dapat menimbulkan risiko keselamatan.
“Di lokasi ini memang gelap. Pemerintah, dalam hal ini instansi yang menangani penerangan jalan, perlu turun tangan untuk menambah penerangan,” ungkap Heri, saat ditemui Portal Kawasan, Jumat malam (9/10/2026).
Ia berharap instansi terkait, termasuk Dinas Bina Marga, dapat mengevaluasi kebutuhan lampu penerangan di kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang lebih terang juga dapat membantu meningkatkan pengawasan sehingga aktivitas pembuangan sampah sembarangan lebih mudah terpantau.
Selain penerangan, Heri mengusulkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV untuk membantu mencegah tindak kriminalitas dan mengawasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk tawuran.
Ia menilai persoalan sampah liar yang mendorong warga melakukan piket pengawasan sebenarnya berkaitan dengan sejumlah persoalan lingkungan dan keamanan sekaligus. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya melalui penjagaan warga.
“CCTV juga perlu untuk mencegah kriminalitas dan tawuran. Jadi, persoalan di lokasi ini harus dilihat secara menyeluruh,” katanya.
Heri juga mengapresiasi keterlibatan warga yang secara sukarela melakukan piket untuk mengawasi lokasi pembuangan sampah liar. Meski demikian, ia menilai upaya masyarakat perlu didukung langkah nyata pemerintah agar tidak menjadi satu-satunya tumpuan penanganan masalah.
Ia menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, disertai pengawasan dan penyediaan sarana pendukung yang memadai.
Menurut Heri, kawasan perbatasan tersebut merupakan ruang aktivitas bersama warga dari berbagai wilayah. Oleh karena itu, koordinasi antarpihak diperlukan agar persoalan sampah, keselamatan jalan, dan keamanan lingkungan dapat ditangani secara berkelanjutan.
