Pertamina Genjot AI dan Digitalisasi, Targetkan Nilai Bisnis US$150 Juta pada 2026
Portal Kawasan, JAKARTA – PT Pertamina terus mempercepat transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) guna mendongkrak kinerja bisnis perusahaan. Setelah mencatatkan realisasi penciptaan nilai (value creation) hampir US$80 juta, perusahaan energi pelat merah itu kini menaikkan target menjadi US$150 juta pada 2026.
VP Digital Transformation Pertamina Sigit Pratopo mengatakan penerapan teknologi digital kini tidak lagi sebatas inisiatif pendukung, melainkan mulai menjadi bagian utama strategi bisnis perusahaan. Untuk memastikan hasil yang lebih terukur, Pertamina juga mulai menerapkan indikator kinerja utama (KPI) bagi setiap unit bisnis.
“Pada tahun 2026, kami juga mulai menerapkan KPI bagi unit bisnis untuk memastikan realisasi value creation dapat terukur dengan jelas. Itulah perjalanan yang sedang kami jalani saat ini,” ujar Sigit.
Pertamina sebelumnya menargetkan nilai bisnis sebesar US$50 juta, namun realisasinya melampaui ekspektasi hingga mendekati US$80 juta. Capaian tersebut menjadi dasar perusahaan untuk meningkatkan target pada tahun berikutnya.
Transformasi digital Pertamina diterapkan secara menyeluruh di seluruh rantai nilai energi perusahaan, mulai dari sektor hulu (upstream), menengah (midstream), hingga hilir (downstream).
Di sektor hulu, perusahaan telah memanfaatkan machine learning dan AI melalui program ChanceX. Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan rasio keberhasilan eksplorasi pada salah satu basin hingga 10 persen.
Implementasi AI juga diperluas pada berbagai aktivitas strategis lainnya, seperti pengeboran (drilling), optimalisasi produksi, pengelolaan reservoir, hingga operasi hulu lainnya.
“Kami juga terus memperluas implementasi AI di berbagai operasi upstream, termasuk drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai area lainnya,” kata Sigit.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam memperkuat daya saing bisnis di tengah transformasi industri energi global.
Selain mendorong efisiensi operasional, digitalisasi juga diarahkan untuk mendukung komitmen perusahaan terhadap target Net Zero Emission 2060 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (ALN)
